Apakah Anda pernah membayangkan meluncur dari ketinggian dengan kecepatan tinggi sambil menikmati pemandangan alam yang luar biasa? Jika iya, maka flying fox adalah jawabannya. Flying fox, atau zip line dalam bahasa Inggris, adalah wahana petualangan yang memungkinkan seseorang meluncur dari satu titik ke titik lainnya menggunakan kabel baja yang direntangkan di atas berbagai medan seperti hutan, lembah, atau jurang. Wahana ini tidak hanya memberikan sensasi adrenalin, tetapi juga menjadi daya tarik wisata global. Saat ini, banyak negara berlomba-lomba membangun flying fox terpanjang dan tercepat untuk menarik wisatawan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang flying fox terpanjang di dunia , termasuk lokasi, pengalaman unik, dan teknologi di baliknya.
Flying Fox Terpanjang di Dunia: “The Eye of the Jaguar”
Jika Anda mencari pengalaman flying fox yang tak terlupakan, maka Anda harus mengenal flying fox terpanjang di dunia , yaitu “The Eye of the Jaguar”. Terletak di Toro Verde Adventure Park, Puerto Rico, wahana ini memiliki panjang lintasan sekitar 2,530 meter (2.53 km) . Dengan kecepatan maksimum mencapai 145 km/jam , flying fox ini bukan hanya yang terpanjang, tetapi juga salah satu yang tercepat di dunia.
Nama “The Eye of the Jaguar” sendiri diambil karena bentuk lintasannya yang melengkung mirip mata jaguar jika dilihat dari udara. Lintasan ini membentang di atas hutan tropis yang indah dan lembah yang curam, memberikan pengalaman visual yang spektakuler bagi para pengunjung. Selain itu, wahana ini juga telah diakui oleh Guinness World Records sebagai flying fox terpanjang di dunia pada tahun 2018, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh ZipFlyer di Nepal.

Bagi para pengunjung, meluncur di atas “The Eye of the Jaguar” adalah pengalaman yang luar biasa. Mereka dapat merasakan angin menerpa wajah mereka sambil menikmati panorama alam yang memukau. Tidak heran jika wahana ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi pecinta petualangan dari seluruh dunia.
Flying Fox Terkenal Lainnya di Dunia
Selain “The Eye of the Jaguar”, ada beberapa flying fox lainnya yang patut diperhitungkan. Salah satunya adalah ZipFlyer Nepal , yang sebelumnya memegang rekor sebagai flying fox terpanjang di dunia. Dengan panjang lintasan 1,800 meter , ZipFlyer Nepal menawarkan pengalaman meluncur di atas Pegunungan Himalaya yang megah. Kecepatan maksimumnya mencapai 120 km/jam , menjadikannya salah satu flying fox tercepat di dunia.
Di belahan dunia lain, ZipRider Alaska menawarkan pengalaman yang berbeda. Dengan panjang lintasan 1,600 meter , ZipRider membawa pengunjung meluncur di atas laut dan pegunungan bersalju di Icy Strait Point. Keunikannya terletak pada lokasinya yang berada di hutan subarktik, memberikan sensasi dingin yang menyegarkan.
Tidak ketinggalan, Skywire Spanyol juga layak disebutkan. Dengan panjang lintasan 2,000 meter , Skywire menawarkan fitur dua arah, sehingga pengunjung dapat meluncur bolak-balik tanpa harus berjalan kembali ke titik awal. Pemandangan perbukitan Andalusia yang indah menjadi daya tarik utama wahana ini.
Teknologi dan Keamanan Flying Fox
Dibalik keseruan flying fox, ada teknologi canggih yang mendukung operasionalnya. Kabel baja berkualitas tinggi digunakan untuk memastikan kekuatan dan keamanan lintasan. Selain itu, sistem rem otomatis telah dikembangkan untuk menghentikan pengguna dengan aman di titik akhir. Harness ganda juga menjadi standar keamanan internasional untuk memastikan pengunjung tetap terikat pada kabel selama meluncur.
Operator flying fox juga harus menjalani pelatihan khusus untuk memastikan bahwa setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang aman dan menyenangkan. Standar keselamatan ini sangat penting, mengingat flying fox sering kali dibangun di lokasi yang ekstrem, seperti di atas jurang atau lembah.
Potensi Flying Fox di Indonesia
Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan flying fox sebagai daya tarik wisata. Salah satu contohnya adalah Let’s Fly Boating di Bali , yang memiliki panjang lintasan 800 meter . Wahana ini menawarkan pemandangan sawah terasering yang indah dan sungai yang mengalir di bawahnya.
Namun, Indonesia masih memiliki ruang untuk berkembang lebih jauh. Dengan keindahan alam yang luar biasa, seperti pegunungan, lembah, dan pantai, Indonesia bisa membangun flying fox terpanjang di Asia Tenggara. Hal ini tidak hanya akan menarik wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara, sehingga berdampak positif pada industri pariwisata nasional.
Dari pembahasan di atas, kita dapat melihat bahwa flying fox terpanjang di dunia , seperti “The Eye of the Jaguar”, adalah contoh luar biasa dari inovasi dan keindahan alam yang digabungkan. Wahana ini tidak hanya memberikan sensasi adrenalin, tetapi juga menawarkan pengalaman visual yang tak terlupakan. Bagi Anda yang ingin mencoba flying fox, pastikan untuk memilih wahana yang aman dan memiliki reputasi baik.
Butuh Instalasi Flying Fox? Hubungi Jejak Outbound!
Apakah Anda tertarik untuk membangun wahana flying fox di tempat wisata atau area outbound Anda? Jejak Outbound hadir sebagai provider profesional untuk pembuatan dan instalasi wahana outbound, termasuk flying fox. Dengan tim ahli yang berpengalaman, kami siap membantu Anda mewujudkan wahana flying fox yang aman, berkualitas, dan sesuai standar internasional. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi gratis!



Pingback: 7 Hal yang Harus Kamu Ketahui tentang Kegiatan Outbound | Jejak Outbound