10 Fakta Penting Outbound dan Arti Sebenarnya

Outbound sering dianggap sebagai kegiatan yang penuh permainan seru, lari-lari, atau tantangan adrenalin. Jika kamu berpendapat outbond hanya permainan biasa, itu adalah kesalahan. Makna sebenarnya dari kegiatan outbond  jauh lebih dalam dari sekadar “ayo kita main bareng”.

Banyak perusahaan, sekolah, hingga komunitas memilih outbound karena aktivitas ini bisa memunculkan dinamika tim yang tidak terlihat di kehidupan sehari-hari. Lalu apa sih bedanya outbond dengan permainan pada umumnya?

Lewat 10 fakta berikut, kamu akan melihat bahwa outbound bukan lagi sekadar trend atau main bareng, tapi sebuah metode pembelajaran yang banyak banget manfaatnya.

Baca juga: 10 Jenis Pelatihan Karyawan yang Wajib ada dalam Perusahaan

Arti dan Manfaat Outbound

1. Outbound Bukan Sekedar Aktivitas Main Game

Banyak orang menganggap outbound hanya rangkaian permainan fisik. Padahal, konsep utamanya adalah experiential learning, pembelajaran yang terjadi lewat pengalaman langsung. Di setiap tantangan, peserta belajar membaca situasi, bekerja dalam tim, dan mengambil keputusan. Jadi, bukan main-main yang ditonjolkan, melainkan proses berpikir dan sikap peserta.

Ada banyak macam permainan di outbond itu sendiri. Tergantung dengan siapa pesertanya. Tentunya outbond untuk karyawan perusahaan, keluarga, anak sekolah, dan komunitas akan berbeda.

2. Setiap Kegiatan Outbound Punya Tujuan Pelatihan yang Spesifik

Game yang terlihat sederhana biasanya punya makna yang sangat jelas. Tidak sekedar permainan, pemilihan kegiatan outbond punya arti tersendiri.

Adapun tujuan dari aktivitas outbond dirancang untuk:

  • mengasah komunikasi,
  • melatih problem solving,
  • membangun jiwa kepemimpinan,
  • Atau memperkuat kerja sama tim.

Karena itu, perencanaannya tidak bisa asal ambil game dari internet. Ada desain pelatihan, urutan aktivitas, dan tujuan yang harus dicapai. Semua tergantung siapa peserta dari outbond dan tujuannya.

3. Outbound Lebih Efektif Menguatkan Teamwork

Kerja sama tidak bisa dipelajari dengan membaca teori saja. Mungkin kamu sudah mengerti arti kerjasama secara konsep, tetapi praktik dari kerjasama itu bagaimana bisa jadi kamu belum memiliki cukup pengalaman. 

Dalam outbound, peserta dituntut untuk menyusun strategi bersama, menyamakan persepsi, mengatasi hambatan, dan berbagi peran.

Dari sekian banyaknya tujuan kegiatan outbond, tentunya memiliki tingkat permainan yang berbeda. Tingkat permainan untuk mengasah kerjasama tim profesional bisa berbeda dengan tim karyawan biasa. Tim profesional cenderung memilih kegiatan yang mengasah kemampuan otak, seperti strategi dan taktik, sedangkan outbond untuk tim karyawan bertujuan untuk berbagi peran. Situasi seperti ini membuat bonding tim terbentuk secara alami.

4. Mampu Mengungkap Karakter Asli Peserta

Permainan di oubond memiliki keterbatasan waktu sehingga bisa mengasah kemampuan kecepatan dan ketepatan peserta. Ketika peserta berada dalam tekanan waktu atau harus membuat keputusan cepat, karakter asli mereka muncul. Ada yang spontan mengambil peran pemimpin, ada yang tetap tenang, ada juga yang lebih nyaman menjadi pendukung.

Oleh sebab itu, tidak heran jika HR perusahaan lebih sering menggunakan outbound untuk observasi perilaku.

Baca juga: 8 Manfaat Outbound Capacity Building Bagi Karyawan

5. Tidak Selalu Butuh Tantangan Berat dan Ekstrem

Banyak yang mengira outbound selalu penuh rintangan berat. Padahal tidak selalu begitu. Nyatanya, ada berbagai jenis outbound diantaranya: fun outbound, edukatif, low impact, hingga outbound indoor.

Kegiatan outbond yang dipilih bisa disesuaikan berdasarkan usia, kondisi fisik, bahkan kebutuhan perusahaan. 

6. Lebih Mengena Dibandingkan Seminar yang Pasif

Sebenarnya mengadakan outbond dampaknya lebih terasa ketimbang seminar. Karena dengan outbond dimana membutuhkan peserta yang benar-benar terlibat dalam aktivitas dibandingkan mengingat materi pembelajaran di seminar.

Selain itu, keterlibatan fisik dan emosi membuat pesan yang ingin disampaikan bertahan lebih lama dibanding seminar atau presentasi biasa.

7. Efektif Mengurangi Konflik dan Ego dalam Tim

Game yang sifatnya kolaboratif memaksa peserta untuk saling mendengarkan dan bergantung satu sama lain. Tanpa disadari kegiatan ini bisa menurunkan ego, membuat komunikasi membaik, dan rasa saling percaya yang terbentuk.

Bagi perusahaan yang sedang menghadapi konflik internal, outbound bisa jadi jembatan penyelesaiannya. Karena pegawai dilatih bekerjasama melalui kegiatan yang fun tapi tidak kehilangan maknanya.

8. Memiliki Dampak Psikologis yang Positif

Outbound bukan cuma untuk kerja sama tim, tetapi juga baik untuk kesehatan mental. Diantara rekan-rekan kerja kamu pasti beraneka sifat yang kamu temui, salah satunya berkaitan dengan kepercayaan diri. 

Melalui outbond ini peserta bisa merasakan peningkatan rasa percaya diri, keberanian mencoba hal baru, suasana hati yang lebih segar, dan mental yang lebih tangguh menghadapi tekanan.

Efek saat melakukan outbond ini sering tidak disadari, tapi terasa setelah kegiatan selesai. Kalau kamu pernah mengikuti outbond, kamu pasti tiba-tiba merasa lebih lepas setelah bermain dan tidak ada jarak dengan peserta lain.

Baca juga: Net Bridge | Permainan Outbound untuk Tingkatkan Kerjasama Tim

9. Memberi Dampak Langsung pada Produktivitas Kerja

Ketika tim sudah solid dan lebih mudah berkoordinasi, maka produktivitas ikut meningkat.

Banyak aktivitas outbound yang sebenarnya dirancang untuk menggambarkan masalah-masalah kantor secara simbolis, sehingga solusi yang muncul lebih natural dan mudah diterapkan di dunia kerja.

10. Outbound yang Berkualitas Butuh Fasilitator Profesional

Kita tidak bisa asal pilih kegiatan outbond. Karena setiap kegiatan ada maksud dan tujuannya masing-masing. Oleh sebab itu, dibutuhkan fasilitator untuk melaksanan outbond agar lebih tepat sasaran dengan tujuan. Fasilitator bukan hanya penjaga keamanan atau pemberi instruksi game. Namun fasilitator memiliki peran untuk mengarahkan alur pelatihan, memastikan peserta menangkap makna kegiatan, dan memandu sesi refleksi (debriefing).

Nah, segmen debriefing ini yang akan memandu peserta untuk merasakan apa sih yang didapatkan dari permainan tersebut. Tanpa debriefing, outbound hanya menjadi hiburan tanpa nilai pembelajaran.

Kesimpulan

Outbound adalah kegiatan pembelajaran yang menyatukan pengalaman, kolaborasi, emosi, dan refleksi. Bukan sekadar “seru-seruan”, tapi cara efektif untuk membangun karakter dan memperkuat tim.

Outbond tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan, tetapi siapa saja yang membutuhkan pengalaman individu dan tim.

Jika ingin mengikuti jejak outbound, pastikan memilih program yang terarah, dipandu para profesional, dan sesuai kebutuhan peserta.

4 komentar untuk “10 Fakta Penting Outbound dan Arti Sebenarnya”

  1. Pingback: 7 Hal yang Harus Kamu Ketahui tentang Kegiatan Outbound | Jejak Outbound

  2. Pingback: 5 Alasan Kenapa Acara Outbound Penting untuk Tim | Jejak Outbound

  3. Pingback: 7 Pilihan Outbound Paket dan Tips Memilih yang Tepat | Jejak Outbound

  4. Pingback: 8 Aktivitas Seru di Wisata Outbound | Jejak Outbound

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *