Mengenal Lebih Jauh tentang Permainan Wall Climbing

Wall climbing merupakan salah satu permainan dan olahraga yang cukup populer. Cari tahu selengkapnya tentang wall climbing pada artikel ini!

Wall Climbing dapat dijadikan ide kegiatan yang bisa kamu lakukan saat berlibur. Wall climbing memiliki karakteristik yang sama dengan panjat tebing, yang membedakan adalah media panjat yang berupa tebing gunung menjadi papan atau tembok buatan. Aktivitas ini populer pada kalangan anak muda, karena merupakan salah satu cabang olahraga ekstrem. Penasaran untuk mengetahui wall climbing lebih jauh lagi? Yuk simak pembahasannya, berikut ini.

Sekilas Tentang Permainan Wall Climbing

Wall climbing dilakukan dengan cara memanjat dinding buatan yang dilengkapi oleh bebatuan untuk memijak. Konsep ini pada mulanya dikenalkan pada 1946 oleh Don Robinson. Wall climbing dianggap jauh lebih aman dan fleksibel dibandingkan dengan panjat tebing. Karena pada umumnya wall climbing banyak yang berada dalam ruangan, sehingga tidak perlu mempertimbangkan kondisi cuaca. 

Persiapan untuk Wall Climbing

  1. Persiapan Fisik

Untuk melakukan wall climbing, kamu harus melatih kekuatan fisik mu. Selain melatih kekuatan otot tangan, kamu juga harus memperhatikan kelenturan tubuh dan kekuatan otot badan mu.

  1. Persiapan Mental

Wall climbing merupakan olahraga yang ekstrem, sehingga kesiapan mental perlu untuk dilatih. Karena untuk mencapai puncak, kamu harus kuat dan tidak mudah menyerah.

  1. Utamakan Keselamatan

Saat ingin melakukan wall climbing, kamu harus memastikan apakah lokasi wall climbing mu aman dan menyediakan semua perlengkapan keamanan yang diperlukan, seperti helm, tali, harness, dan carabiner yang baik.

Teknik Dasar Wall Climbing

  1. Hooking

Merupakan teknik yang dilakukan untuk mengurangi beban tubuh pada tangan dengan memanfaatkan kekuatan kaki. Teknik ini digunakan sebagai alternatif beban yang ditanggung oleh kekuatan tangan dengan kaki agar tidak cepat lelah.

  1. Face Climbing

Face climbing digunakan untuk membagi beban badan, sehingga tidak terdistribusi hanya pada tangan saja. Teknik ini digunakan pada permukaan yang masih terdapat tonjolan atau celah pada dinding. 

  1. Chimneying

Sesuai dengan arti tekniknya dalam Bahasa Indonesia: cerobong asap, digunakan untuk memanjat celah vertikal, di mana pemanjat tidak perlu meletakan kaki dan tangan pada satu sisi tembok, dan punggung pada sisi lainnya. 

  1. Bridging

Teknik ini dimanfaatkan pada saat terdapat celah vertikal yang cukup besar, di mana kaki dan tangan dapat bertumpu pada kedua sisi dinding.

  1. Jamming

Teknik memanjat ini memperkuat pegangan tangan dan kaki dengan memanfaatkan celah pada tembok. 

  1. Slab Climbing

Teknik ini dikenal juga sebagai teknik friction, yaitu dengan menggunakan teknik gesekan sebagai tumpuan di bagian dinding yang rata dan dengan kemiringan yang tidak terlalu terjal.

Manfaat Permainan Wall Climbing

  1. Melatih Koordinasi Alat Gerak

Saat melakukan wall climbing, kamu akan menggunakan semua alat gerak tubuh mu, sehingga kamu akan dilatih untuk dapat mengontrol geraknya dan fleksibilitas dari setiap alat gerak tersebut. 

  1. Melatih Keberanian

Kegiatan ini sangat memacu adrenalin, dan dari awal hingga akhir kegiatan wall climbing ini kamu akan dihadapi dengan medan yang tinggi dan terjal, sehingga akan melatih keberanianmu untuk menghadapi rintangan.

  1. Meningkatkan kekuatan cengkraman tangan

Karena lebih banyak memanfaatkan otot tangan, maka cengkraman mu juga dilatih untuk menahan beban tubuh dengan baik. Manfaatnya adalah meningkatkan ketahanan otot tangan mu sehingga dapat beraktivitas dan berolahraga dengan lebih lama.

  1. Melatih kekuatan otot

Dalam wall climbing, semua otot digunakan untuk menahan beban tubuh, terutama otot lengan dan kaki untuk menggerakan badan ke atas, sementara otot perut digunakan untuk keseimbangan.

  1. Meningkatkan fungsi otak

Wall climbing dapat melatih fungsi otak, karena kamu harus dapat dengan cepat menentukan arah pijakan, dan memecahkan masalah ketika dihadapi oleh rintangan sulit saat melakukan wall climbing.

Wall climbing memang memiliki banyak dampak positif terhadap kesehatan tubuh, namun untuk menghindari resiko cedera saat melakukan aktivitas ekstrem ini, kamu perlu untuk mempersiapkan seluruh aspek yang dibutuhkan dan mempelajari teknik yang baik agar kamu dapat menikmati aktivitas dengan penuh.